Wali Kota Siap Laksanakan Rekomendasi KLH

BATU - Wali Kota Batu Eddy Rumpoko siap melaksanakan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) soal polemik pembangunan Hotel The Rayja. Dia sedikitpun mengaku tak merasa tersudut atas rekomendasi KLH tersebut.

"Kami mesti berterima kasih kepada KLH karena sudah mengevaluasi kinerja pemerintah daerah. Nanti akan kami putuskan kebijakan selanjutnya. Yang penting sekarang ini kondisi masyarakat damai dan tidak ada gejolak lagi," kata Eddy. Sebelumnya KLH menyatakan bahwa pembangunan Hotel The Rayja di Jalan Raya Punten, Bumiaji itu melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional dan Perda Kota Batu No 7/2011 tentang RTRW.

Namun Eddy mengaku belum menerima surat rekomendasi tersebut sampai kemarin. Menurut Eddy, rekomendasi agar pengembang melengkapi dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) sangat baik. Hanya, Eddy mengutarakan bahwa sejauh yang dia pahami, pada proyek yang luasnya kurang dari satu hectare, investor hanya diwajibkan menyelesaikan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan (UKL- UPL).

"Tidak masalah kalau investornya diminta untuk menyelesaikan dokumen Amdalnya. Pokoknya semua pihak harus menahan diri dan harus menghormati setiap orang yang ingin berinvestasi di Kota Batu," tegasnya. Eddy berpendapat, KLH memang berhak menegur pemerintah daerah. Tapi boleh tidaknya investasi masuk di Kota Batu, keputusannya tetap berada di pemerintah kota. "Kita akan kordinasikan dulu dengan semua pihak agar masalah ini tidak meluas lagi. Semua pihak harus tetap bersabar," tandasnya. Sebelumnya bertempat di pendopo Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto, puluhan warga mendengarkan isi surat rekomendasi dari KLH yang dibacakan anggota komisi VII DPR RI, Totok Daryanto. Menurut Totok, wali kota harus tegas untuk menghentikan sementara pembangunan hotel The Rayja sampai proses izin Amdalnya diselesaikan dulu.

"Kalau pembangunan hotelnya masih terus berlanjut, masyarakat bisa mengugat Wali Kota Batu di PTUN," tandasnya. Kordinator Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPA) H Rudi, tetap berharap hati wali kota terbuka dan berpihak pada kepentingan masyarakat. "Kita pasti akan mengawal surat rekomendasi dari KLH itu. Dan semoga wali kota segera menghentikan pembangunan hotelnya. Kita tidak alergi dengan pembangunan dan masuknya investor. Tapi usaha yang akan dikembangkan jangan sampai merusak sumber mata air," ujar H Rudi.

maman adi saputro

From "www.koran-sindo.com"



Anggota Komisi VII Kunjungi Malang Post

MALANG -
H. Totok Daryanto, SE, caleg DPR RI nomor urut 2 Dapil Malang Raya, sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI berkunjung ke Malang Post, kemarin (19 Agustus 2013). Dalam kunjungannya, Totok membawa serta timnya, yang terdiri dari anak-anak muda. Selama sekitar satu jam, dia berdiskusi dengan Pemred Malang Post Sunavip Ra Indrata dan redaktur senior Husnun N. Djuarid.

Bagi Totok, Malang bukan kota yang asing, karena dia menempuh pendidikan sarjana di kota ini. Selain itu, core bisnis milik Totok juga memiliki jaringan yang kuat di Kota Malang. Pria ini datang ke Malang Post, untuk silaturahmi dan kenal lebih dekat dengan korane Arek Malang. "Saya meskipun mencalonkan diri di Dapil Malang Raya, namun secara resmi belum turun kampanye, selama ini ke Malang dalam kapasitas sebagai anggota DPR RI," uraiannya.

Sebelumnya, Totok berangkat sebagai anggota DPR RI dari Dapil Yogyakarta. Dia dua kali meraih suara terbanyak di daerah istimewa tersebut. Terakhir, pada 2009 lalu, Totok mampu meraup suara sebanyak 97.729 suara. "Awalnya aturan di AD ART PAN, jika sudah dua periode duduk di DPR, maka tidak boleh mencalonkan diri lagi, namun sejak aturan Pemilu berubah, maka di PAN tidak dibatasi lagi," tuturnya.

Untuk itu, pria kelahiran Nganjuk, 6 Mei 1954 tersebut, memilih Dapil Malang Raya. Sebab menurutnya, selain Yogyakarta, Malang selalu dekat dengan hatinya. Meskipun masuk Daftar Calon Sementara (DCS), Totok tak memilih berkampanye, namun menyerap aspirasi. "jadi selama ke Malang, saya menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, belum kampanye," ujarnya.

Kepada Malang Post, Totok berharap bias merangkul media yang bias memberikan pendidikan politikkepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan panggilan politiknya sebagai anggota dewan. Hal seperti ini, belum tentu dimiliki 10 persen dari politisi yang sudah mapan di Indonesia. "Saya ingin Malang memiliki wakil rakyat yang idealis, saya ingin mengubah hal itu dan berharap tidak dimusuhi, mudah-mudahan nawaitu saya itu sama dengan Malang Post," tegasnya.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Malang Post Sunavip Ra Indrata menjelaskan posisikoran ini. Menjadi gup dari Jawa Pos, selama ini Malang Post adalah Koran yang paling diakses pembaca. Sehingga dalam persoalan pemberitaan mengedepan cover both side dan penghargaan terhadap kota. "Adapun, jika itu memang benar dan berdampak positif untuk masyarakat, Malang Post selalu mendukung. Namun, jika ada hal yang tidak benar, Malang Post juga akan menyuarakannya," tegas Ra Indrata. (ary/udi)[nas]

From "www.malang-post.com"



Totok Daryanto Berkunjung ke Kantor Memo Arema

Rabu, 21/08/2013 07:54 WIB

Memo - Disela-sela kesibukannya sebagai wakil rakyat di Gedung Senayan, H. Totok Daryanto SE, anggota DPR RI Komisi VII yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset teknologi dan lingkungan, menyempatkan melakukan kunjungan ke Kantor Harian Pagi Memo Arema, Selasa (20/8/2013) siang.

Totok Daryanto yang berpenampilan sederhana ini pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang adalah caleg DPR RI Dapil Malang Raya nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Politisi kelahiran Nganjuk tahun 1954 ini menyampaikan pencalonannya dari dapil Malang Raya tersebut merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dan tidak dapat ditolak. "Apabila nanti masyarakat Malang Raya ini memberikan kepercayaan pada saya menjadi wakilnya warga Malang maka saya akan amanah," katanya.

Malang Raya memiliki potensi yang sangat luar biasa di masa mendatang. Untuk itu diperlukan sebuah keseriusan untuk membangun daerah agar ke depan menjadi lebih baik sehingga dapat dirasakan oleh semua warganya.

Totok yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan ini menyampaikan kurun waktu terakhir dirinya sering bolak-balik Malang - Jakarta. Aksi pasti yang dilakukan adalah melakukan pendampingan pada masyarakat terkait dengan persoalan The Rayja di Kota Batu yang mengancam kelestarian lingkungan dan sumber air.

"Dalam persoalan itu saya tidak melakukan intervensi apa-apa. Saya hanya menjadi jembatan komunikasi warga agar masalah tersebut tidak merugikan siapa-siapa dan dapat menyelamatkan lingkungan," ungkap alumni Universitas Gajayana Malang ini.

Selama duduk sebagai anggota DPR RI, Totok telah berbuat untuk masa depan negeri ini lebih baik. Diantaranya, DPR RI memberikan kepercayaan pada Totok Daryanto sebagai Ketua Pansus RUU Pemerintahan Daerah.

Penulis : Ariful Huda
Editor : Muhammad Dhani

From "www.memoarema.com"

Judul Berita