Jakarta Stop The Rayja Resort

BATU-Sekitar 100 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA), berkumpul sekaligus bersuka cita di Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto KECAMATAN BUMIAJI, SELASA (3/9). Kegembiraan itu merespon turunnya pembangunan The Rayja Resort Hotel hingga adanya penghentian Amdal. Rekomendasi penghentian pembangunan The Rayja Hotel itu, dikeluarkan oleh Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Penataan Hukum Lingkungan, yang kemarin dibacakan oleh Totok Daryanto, Anggota Komisi VII DPR RI, di hadapan ratusan warga itu.

"Pemerintah pusat telah memberikan rekomendasi, agar proses pembangunan dan tata usaha The Rayja Batu Resort dihentikan dulu. Hotel wajib memiliki dokumen analisis dampak lingkungan hidup (Amdal). Kalau tidak memiliki Amdal, proses pembangunan belum bisa dilanjutkan," ungkap Totok. Dia menyebutkan, The Rayja belum mengantongi perizinan termasuk Amdal. Menurutnya, pihak pengelola baru mengantongi dokumen upaya pengelolaan lingkaungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup (UKL UPL).

Wakil Rakyat inipun, tetap meminta warga Desa Bulukerto maupun warga Desa Bumiaji, tetap taat hukum. Mereka tidak boleh melakukan tindakan anarkis, ketika melakukan perjuangan menyelamatkan sumber mata air yang dinilai menjadi penghidupan mereka. Jika tidak, maka mereka sendirilah yang bisa terjerat hukum, meski arah perjuangannya bertujuan baik.

"Semua harus diselesaikan dengan pihak pemkot Batu, melalui aturan. Hal itu demi menjaga situasi kota Wisata ini tetap kondusif, " tegasnya. Surat Rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup itu, tertanggal 28 Agustus 2013 diterima oleh pihak FMPMA, dan langsung dibagi-bagikan kepada masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut. (feb/iyo)

Sumber: Malang Post (versi cetak)



Anggota Komisi VII Kunjungi Malang Post

MALANG -
H. Totok Daryanto, SE, caleg DPR RI nomor urut 2 Dapil Malang Raya, sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI berkunjung ke Malang Post, kemarin (19 Agustus 2013). Dalam kunjungannya, Totok membawa serta timnya, yang terdiri dari anak-anak muda. Selama sekitar satu jam, dia berdiskusi dengan Pemred Malang Post Sunavip Ra Indrata dan redaktur senior Husnun N. Djuarid.

Bagi Totok, Malang bukan kota yang asing, karena dia menempuh pendidikan sarjana di kota ini. Selain itu, core bisnis milik Totok juga memiliki jaringan yang kuat di Kota Malang. Pria ini datang ke Malang Post, untuk silaturahmi dan kenal lebih dekat dengan korane Arek Malang. "Saya meskipun mencalonkan diri di Dapil Malang Raya, namun secara resmi belum turun kampanye, selama ini ke Malang dalam kapasitas sebagai anggota DPR RI," uraiannya.

Sebelumnya, Totok berangkat sebagai anggota DPR RI dari Dapil Yogyakarta. Dia dua kali meraih suara terbanyak di daerah istimewa tersebut. Terakhir, pada 2009 lalu, Totok mampu meraup suara sebanyak 97.729 suara. "Awalnya aturan di AD ART PAN, jika sudah dua periode duduk di DPR, maka tidak boleh mencalonkan diri lagi, namun sejak aturan Pemilu berubah, maka di PAN tidak dibatasi lagi," tuturnya.

Untuk itu, pria kelahiran Nganjuk, 6 Mei 1954 tersebut, memilih Dapil Malang Raya. Sebab menurutnya, selain Yogyakarta, Malang selalu dekat dengan hatinya. Meskipun masuk Daftar Calon Sementara (DCS), Totok tak memilih berkampanye, namun menyerap aspirasi. "jadi selama ke Malang, saya menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, belum kampanye," ujarnya.

Kepada Malang Post, Totok berharap bias merangkul media yang bias memberikan pendidikan politikkepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan panggilan politiknya sebagai anggota dewan. Hal seperti ini, belum tentu dimiliki 10 persen dari politisi yang sudah mapan di Indonesia. "Saya ingin Malang memiliki wakil rakyat yang idealis, saya ingin mengubah hal itu dan berharap tidak dimusuhi, mudah-mudahan nawaitu saya itu sama dengan Malang Post," tegasnya.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Malang Post Sunavip Ra Indrata menjelaskan posisikoran ini. Menjadi gup dari Jawa Pos, selama ini Malang Post adalah Koran yang paling diakses pembaca. Sehingga dalam persoalan pemberitaan mengedepan cover both side dan penghargaan terhadap kota. "Adapun, jika itu memang benar dan berdampak positif untuk masyarakat, Malang Post selalu mendukung. Namun, jika ada hal yang tidak benar, Malang Post juga akan menyuarakannya," tegas Ra Indrata. (ary/udi)[nas]

From "www.malang-post.com"



Totok Daryanto Berkunjung ke Kantor Memo Arema

Rabu, 21/08/2013 07:54 WIB

Memo - Disela-sela kesibukannya sebagai wakil rakyat di Gedung Senayan, H. Totok Daryanto SE, anggota DPR RI Komisi VII yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset teknologi dan lingkungan, menyempatkan melakukan kunjungan ke Kantor Harian Pagi Memo Arema, Selasa (20/8/2013) siang.

Totok Daryanto yang berpenampilan sederhana ini pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang adalah caleg DPR RI Dapil Malang Raya nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Politisi kelahiran Nganjuk tahun 1954 ini menyampaikan pencalonannya dari dapil Malang Raya tersebut merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dan tidak dapat ditolak. "Apabila nanti masyarakat Malang Raya ini memberikan kepercayaan pada saya menjadi wakilnya warga Malang maka saya akan amanah," katanya.

Malang Raya memiliki potensi yang sangat luar biasa di masa mendatang. Untuk itu diperlukan sebuah keseriusan untuk membangun daerah agar ke depan menjadi lebih baik sehingga dapat dirasakan oleh semua warganya.

Totok yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan ini menyampaikan kurun waktu terakhir dirinya sering bolak-balik Malang - Jakarta. Aksi pasti yang dilakukan adalah melakukan pendampingan pada masyarakat terkait dengan persoalan The Rayja di Kota Batu yang mengancam kelestarian lingkungan dan sumber air.

"Dalam persoalan itu saya tidak melakukan intervensi apa-apa. Saya hanya menjadi jembatan komunikasi warga agar masalah tersebut tidak merugikan siapa-siapa dan dapat menyelamatkan lingkungan," ungkap alumni Universitas Gajayana Malang ini.

Selama duduk sebagai anggota DPR RI, Totok telah berbuat untuk masa depan negeri ini lebih baik. Diantaranya, DPR RI memberikan kepercayaan pada Totok Daryanto sebagai Ketua Pansus RUU Pemerintahan Daerah.

Penulis : Ariful Huda
Editor : Muhammad Dhani

From "www.memoarema.com"



Hatta Janji Bela Buruh

Senin, 29/07/2013 09:35 WIB

Ribuan buruh kemarin bersorak menyambut kedatangan Menteri Kordinator Perekonomian RI Hatta Radjasa dan anggota DPR RI Komisi VII, H Totok Daryanto SE, Sabtu (27/7/2013) siang di gedung PR Jaya Makmur, yang berlokasi di seputaran Jalan Probolinggo, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Puluhan buruh PR Jaya Makmur yang kondang disebut pabrik Gudang Baru berebut bersalaman. Datang sekitar pukul 12.50, rombongan Hatta dan Totok disambut pula jabat tangan erat CEO PR Jaya Makmur, H Ali Khozin. Beda dengan Hatta yang berpakaian batik biru muda, Totok Daryanto mengenakan sweater biru tua khas dengan logo Partai Amanat Nasional (PAN).

Sekitar lebih dari 45 menit, kedua tokoh kebanggaan PAN itu menyampaikan orasi. Selanjutnya dipersilahkan tiga buruh sampaikan keluhannya. Blak blakan, buruh mempersoalkan seputar kesejahteraan buruh sebagai rakyat kecil, kualitas beras sembako dan persaingan ketat perusahan rokok. "Kita butuh perlindungan Pak, kita minta sembakonya yang bagus tidak jelek, buruh harus diperjuangkan Pak, " itulah nada keluh tiga buruh mewakili ribuan buruh lainnya. Baik Hatta dan Totok kemudian memberi penerangan dan berharap ribuan buruh bersabar. Senada, Hatta dan Totok lalu berjanji akan menerima keluhan itu dan menindaklanjutinya.

Dalam orasinya, Totok membangun semangat para buruh. Tidak sekali dua kali ribuan buruh menyoraki orasi Totok. Terlebih saat Totok membimbing buruh agar mengatakan setuju dengan kompak bila ia menyebut Hatta sebagai capres. "Buruh adalah rakyat kecil yang harus diperjuangkan. Kita akan perjuangkan rakyat kecil, juga buruh. Dan jika nanti Pak Hatta dipercaya jadi presiden, harus mampu berantas korupsi, beri perlindungan pada buruh," urai Totok di hadapan ribuan buruh. Ribuan buruh pun menyorakinya dengan kata, 'setujuuuuu !!!' Totok Daryanto, alumnus Sarjana Ekonomi Gajayana Malang itu lalu berharap, buruh pabrik Gudang Baru merestui Hatta menjadi presiden serta rencana Totok mencalonkan dirinya kembali sebagai anggota DPR RI. Ia kemudian mengundang seorang wanita naik ke panggung yang tidak lain caleg dari PAN untuk anggota DPRD Kabupaten Malang. Lalu siapa Totok? Boleh jadi masyarakat Kabupaten Malang lebih mengenal sosok Hatta Radjasa. Totok Daryanto adalah anggota DPR RI periode 2009-2014. Pada perolehan suara 2009 silam, ia memperoleh suara terbesar kedua diantara para caleg DPR RI.

Perolehan ini berkat Totok lebih sering turun ke lapangan menghadapi persoalan masyarakat atau rakyat kecil dengan pemberian solusi kongkrit. Pada separuh orasinya, terdengar penuturan bahasa Jawa halus. Berbahasa Jawa, bagi sebagian besar masyarakat Jawa merupakan jembatan bersimpati dan berempati, dimana seseorang menemukan keluh kesah terdalam insan manusia.

Penulis : Santoso FN
Editor : Muhammad Dhani

From "www.memoarema.com"

Judul Berita