Ribuan Buruh Sambut Hatta Rajasa di Malang

Sabtu, 27 Juli 2013 15:31 WIB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MALANG - Ribuan buruh menyambut kedatangan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di PR Jaya Makmur/Gudang Baru di Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (27/7/2013). Ribuan buruh itu menunggunya di pabrik setempat yang diubah menjadi aula. "Assalamualaikum...," sapa Hatta Rajasa ketika menyapa para buruh dengan ramah. Para buruh membalas sapaan itu. Mereka antusias juga bersalaman dengan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN ini.

Agus Hariyadi, Sales Manager Gudang Baru dalam sambutannya menyatakan rasa bangga dengan kedatangan menteri tersebut. "Rasa bangga karyawan Gudang Baru adalah sebagai pembayar pajak terbesar se Malang raya," kata Agus. Ia berharap, PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang baru hendaklah tidak hanya untuk golongan tertentu, tapi murni untuk kepentingan bersama.

Kedatangan Hatta Rajasa ditemani oleh Totok Daryanto, anggota DPR RI Komisi VII. Dalam pertemuan itu, ada tiga buruh pabrik yang mendapat kesempatan bertanya kepada Hatta Rajasa. Seorang buruh menanyakan kepada Hatta tentang dampak kenaikkan BBM yang menjadikan harga-harga mahal, perlidungan kepada pabrik Gudang Baru karena sudah menyumbang cukup banyak cukai kepada pemerintah.

"Dampak kenaikkan BBM karena masih impor dari luar negeri dengan harga Rp 10.000 per liter oleh negara, namun dijual Rp 4500 per liter," jelas Hatta. Sehingga negara harus mengeluarkan Rp 300 triliun. Sebanyak 70 persen dari subsidi itu justru dikonsumsi orang kaya. Padahal kalau bisa untuk kesejahteraan rakyat, bisa untuk membangun RS dll. Tahun ini karena ada dampak kenaikkan BBM, beras raskin pun dibagi 15 kali dengan harga Rp 1600 per kg. Setiap keluarga mendapat jatah 15 kg.

"Gimana dengan beras Bulog? Bagus nggak? Berasnya bagus, kenapa tidak bagus?" tanyanya. Kalau kurang bagus, nanti saya memanggil Direktur Bulog. "Berasnya bisa ibu-bu kembaliin," ujarnya. Selain ke Kabupaten Malang, Hatta juga ke Kota Batu.

Editor: Arief

From "pontianak.tribunnews.com"



Buruh di Malang Sambat Dampak Kenaikkan BBM ke Hatta Radjasa

Sabtu, 27 Juli 2013 15:23 WIB

SURYA Online, MALANG - Kedatangan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di pabrik Jaya Makmur/Gudang Baru di Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (27/7/2013) disambut ribuan buruh. Buruh pabrik rokok itu itu menunggu di dalam pabrik yang diubah menjadi aula. "Assalamualaikum...," sapa Hatta Rajasa ketika menyapa para buruh dengan ramah. Para buruh membalas sapaan itu. Mereka juga antusias bersalaman dengan Ketua Umum PAN itu.

Kedatangan Hatta Rajasa ditemani oleh Totok Daryanto, anggota DPR RI Komisi VII. Dalam pertemuan itu, ada tiga buruh pabrik yang mendapat kesempatan bertanya kepada Hatta Rajasa.

Seorang buruh menanyakan kepada Hatta tentang dampak kenaikkan BBM yang menjadikan harga-harga mahal. Buruh lain menanyakan masalah beras raskin. Selain ke Kabupaten Malang, Hatta juga akan berkunjung ke Kota Batu.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Titis Jati Permata

From "surabaya.tribunnews.com"



Hatta Rajasa Minta Dukungan Ribuan Buruh di Malang

Sabtu, 27 Juli 2013 | 17:09 WIB

MALANG, KOMPAS.com -Menteri Koodinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa menemui ribuan buruh di Pabrik Rokok Gudang Baru, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/7/2013). Dalam pertemuan itu, Hatta meminta dukungan kepada buruh terkait rencana pencalonan dirinya sebagai presiden pada Pemilihan Umum 2014. Kedatangan Hatta disambut cukup meriah oleh ribuan buruh di pabrik tersebut. Dalam acara tersebut Hatta mengatakan bahwa ia sangat memperjuangkan keberlangsungan Pabrik Rokok Gudang Baru itu. Menurut Hatta, keberadaan pabrik rokok ini minimal telah membantu negara dari tiga aspek.

Hatta mengatakan, pabrik rokok itu telah membayar pajak setiap tahun sebesar Rp 600 miliar. Keberadaan pabrik tersebut juga telah membantu pemerintah membuka lapangan kerja. Selanjutnya, bersama pemerintah, pabrik tersebut ikut serta menyejahterakan masyarakat. "Dari itu, buruh sangat mulia martabatnya. Dari itu, saya punya tugas untuk membantu perusahaan ini terus maju dan berkembang," katanya.

Saat ditanya oleh buruh tentang buruknya kualitas beras, Hatta mengaku akan memanggil Bulog. "Setelah saya di Jakarta, akan saya panggil pihak Bulog. Saya akan tanya mengapa berasnya jelek," katanya. Di depan ribuan buruh tersebut, Hatta menyampaikan meminta dukungannya nanti di Pemilu 2014. Hatta juga berjanji akan memperjuangkan nasib buruh. "Para buruh harus diperjuangkan dan harus dipedulikan kesejahteraannya," katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VII, Totok Daryanto, berharap para buruh mau mendukung Hatta sebagai Presdien pada Pemilu 2014. "Jika nanti Pak Hatta dipercaya jadi Presiden, harus mampu memberantas korupsi," katanya.

Editor : Laksono Hari Wiwoho

From "www.capresindonesia.com"



Konflik The Rayja, KLH Turun Tangan

Tanggal 04/07/2013

BATU, Berita21.com - Upaya penolakan pembangunan Hotel The Rayja yang di lakukan warga sekitar Sumber Gemulo desa Bulukerto Bumiaji belum ber akhir, hampir satu tahun perjuangan warga Bulukerto ini belum mendapat kepastian hukum yang tetap, tentang status pembangunan Hotel The Rayja. Baru baru ini warga juga telah melakukan aksi, menuntut walikota Batu Eddy Rumpoko untuk mencabut ijin pembangunan Hotel The Rayja, tapi upaya yang di lakukan warga masih di gantung oleh pemerintah kota Batu, dengan di keluarkan pencabutan oleh pemerintah kota Batu melalui setda juga tidak jelas kepastianya, karena masih adanya aktivitas para pekerja di lokasi pembangunan Hotel The Rayja.

Dengan di lakukan penolakan oleh warga, warga beralasan bangunan tersebut berdiri persis di atas Umbul Gemulo, Sumber umbul gemulo merupakan pemasok air bersih di wilayah Malang Raya, warga sangat kuatir akan susutnya debit air dari umbul gemulo tersebut. Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turun tangan atas sengketa pembangunan Hotel The Rayja di Jalan Raya Punten, Kota Batu. Sebelumnya, warga meminta pembangunan hotel itu dihentikan, karena dianggap akan merusak mata air Gemulo yang berada di kawasan proyek.

Tim investigasi yang turun untuk melihat lokasi proyek dari Deputi V (KLH) Hidup bidang penataan hukum lingkungan dan deputi pengaduan penaatan hukum administrasi lingkungan serta DPR RI Komisi Komisi VII. Mereka datang melihat langsung lokasi proyek dan sumber mata air, Kamis (4/7). Deputi V (KLH) Hidup bidang penaatan hukum lingkungan Sudariono, mengatakan, pihaknya akan mengkaji secara keseluruhan hingga mengetahui pokok permasalahan yang sedang terjadi. Nantinya, lanjut dia, akan terbit sebuah keputusan dari KLH menyikapi sengketa warga dengan pengembang atas pembangunan hotel tersebut. "Makanya tadi kita lihat dulu, lokasi sumber dan proyek. Nanti kita kaji dan terbitkan keputusan sesegera mungkin," ucapnya. Pihaknya memastikan dalam waktu dekat akan terbit keputusan dari KLH terkait nasib pembangunan Hotel The Rayja. Apapun keputusan itu harus dijalankan baik oleh warga maupun investor.

Sementara Totok Daryanto anggota Komisi VII DPR RI menyampaikan, pihaknya sengaja mengajak KLH untuk menginvestigasi akar masalah hingga terjadi konflik. Harapannya, penyelesaian sengketa segera terselesaikan hingga tidak berlarut-larut. "Kita investigasi, apa sebenarnya yang terjadi bersama LH," ungkapnya terpisah. Sebelumnya, warga menuntut Pemerintah Kota Batu menghentikan pembangunan The Rayja, yang dianggap merusak lingkungan.

(Yanto)

From "berita21.com"

Judul Berita