Perizinan The Rayja Dikaji Ulang

Jumat, 05/07/2013 | 11:27 WIB

BATU -Administrasi perizinan hotel The Rayja dan hasil penelitiannya bakal dikaji ulang oleh DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya, untuk menemukan solusi atas pembangunan yang menulai polemik dari masyarakat Batu. Anggota Komisi VII DPR RI, Totok Daryanto, mengatakan, dewan bakal mengumpulkan fakta - fakta di lapangan mengenai pembangunan hotel yang menuai protes masyarakat. "Secara konsep tata ruang, pembangunan hotel itu sudah menyalahi. Karena lokasi pembangunan hotel itu kan kawasan hijau," kata Totok saat menemui Camat Bumiaji, Kamis (4/7).

DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup memverifikasi lagi administrasi berbagai perizinan dan fakta di lapangan pembangunan Hotel The Rayja. "Kita akan verifikasi lagi berbagai administrasinya, termasuk melihat hasil penelitian yang sudah dilakukan," kata Totok. Ia mengakui belum melihat hasil penelitian dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Hasil penelitian itu sendiri dijadikan dasar oleh Pemkot Batu untuk memberi izin bagi investor untuk mendirikan Hotel The Rayja di dekat sumber air Gemulo. Persoalannya, jarak antara lokasi pembangunan dengan sumber sejauh 200 meter itu ditolak oleh warga dengan alasan berpotensi merusak sumber air tersebut. Deputi V Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Sudaryono, mengatakan, pihaknya bakal memanggil tim peneliti UB. Tujuannya, untuk memaparkan hasil penelitian mereka. "Kami ingin tahu seperti apa hasil penelitiannya," tutur Sudaryono.

Setelah verifikasi administrasi dan mengkaji hasil penelitian, nanti akan diterbitkan rekomendasi. Sayangnya, Sudaryono enggan menjelaskan rekomendasi itu berupa apa. "Tunggu hasil kajian penelitian dan verifikasi itu dulu. Sekarang juga sudah ada pejabat pengawas lingkungan yang turun untuk memantau kondisi di lapangan," ungkap Sudaryono. Camat Bumiaji, Hari Santoso, enggan mengungkapkan hasil pertemuan dengan DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup. "Kami sudah memberikan jawaban apa yang ingin diketahui oleh dewan dan wakil kementerian," ucap Hari singkat.

Sekedar diketahui, pembangunan Hotel The Rayja di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji menuai penolakan masyarakat. Pada pertengahan Juni, ribuan warga ngelurug Balai Kota Batu. Warga mendesak Walikota Batu menghentikan pembangunan hotel The Rayja karena dianggap merusak sumber air Gemulo. Hal itu kemudian disikapi pemkot melalui Satpol PP Kota Batu dengan membongkar pagar penutup lokasi proyek. Namun sampai saat ini lokasi pembangunan kembali ditutupi pagar.

zar

From "www.surabayapost.co.id"



KLH Investigasi Pembangunan Hotel The Rayja

Malang - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turun tangan atas sengketa pembangunan Hotel The Rayja di Jalan Raya Punten, Kota Batu. Sebelumnya, warga meminta pembangunan hotel itu dihentikan, karena dianggap akan merusak mata air Gemulo yang berada di kawasan proyek.

Tim investigasi yang turun untuk melihat lokasi proyek dari Deputi V (KLH) Hidup bidang penataan hukum lingkungan dan deputi pengaduan penaatan hukum administrasi lingkungan serta DPR RI Komisi Komisi VII. Mereka datang melihat langsung lokasi proyek dan sumber mata air, Kamis (4/7/2013). Deputi V (KLH) Hidup bidang penaatan hukum lingkungan Sudariono, mengatakan, pihaknya akan mengkaji secara keseluruhan hingga mengetahui pokok permasalahan yang sedang terjadi.

Nantinya, lanjut dia, akan terbit sebuah keputusan dari KLH menyikapi sengketa warga dengan pengembang atas pembangunan hotel tersebut.

"Makanya tadi kita lihat dulu, lokasi sumber dan proyek. Nanti kita kaji dan terbitkan keputusan sesegera mungkin," ucapnya.

Menurut dia, sementara diketahui telah dikeluarkan sebuah hasil penelitian oleh Universitas Brawijaya dalam menilai pembangunan hotel itu. Bukti penelitian itu akan kita pelajari dan memanggil mereka. "Katanya ada hasil penelitian, itu yang akan lihat dulu dan panggil mereka," tuturnya.

Pihaknya memastikan dalam waktu dekat akan terbit keputusan dari KLH terkait nasib pembangunan Hotel The Rayja. Apapun keputusan itu harus dijalankan baik oleh warga maupun investor. Sementara Totok Daryanto anggota Komisi VII DPR RI menyampaikan, pihaknya sengaja mengajak KLH untuk menginvestigasi akar masalah hingga terjadi konflik. Harapannya, penyelesaian sengketa segera terselesaikan hingga tidak berlarut-larut. "Kita investigasi, apa sebenarnya yang terjadi bersama LH," ungkapnya terpisah. Sebelumnya, warga menuntut Pemerintah Kota Batu menghentikan pembangunan The Rayja, yang dianggap merusak lingkungan.
(bdh/bdh)

From "news.detik.com"



Pembangunan Hotel The Rayja Nyalahi RTRW Kota Batu

27/06/2013

BATU, Berita21.com - Anggota DPR RI komisi VII, Totok Daryanto, SE melakukan inspeksi pada lokasi pembangunan hotel The Rayja. Inspeksi ini dilakukan terkait dengan pelanggaran RTRW oleh pihak investor. Kunjungan ini dimulai dengan meninjau lokasi pembangunan Hotel The Rayja didampingi oleh koordinator FMPMA (Forum Masyarakat Peduli Mata Air), Imam Yunanto. Selanjutnya, Totok juga melihat kondisi sumber mata air Gemulo di kecamatan Bumiaji. "Jarak antara lokasi pembangunan dan sumber mata air gemulo kurang dari 200 M, sehingga pembangunan hotel ini dipastikan melanggar perda RTRW", ungkap Totok.

Hotel The Rayja telah dibangun selama setahun dan dalam sepekan ini mendapat perhatian media atas pergolakan warga menentang pembangunan hotel. Warga beserta FMPMA mengawal kasus ini agar ada pemecahan signifikan untuk penyelamatan sumber mata air Gemulo. Totok juga melakukan audiensi dengan tokoh masyarakat untuk mendiskusikan problematika yang ada.

"Permasalahan ini harus terus kita kawal. Komitmen dalam membela kepentingan masyarakat menjadi yang utama. Hak-hak masyarakat harus dilindungi terutama ini menyangkut hajat hidup orang banyak, sumber mata air", tambah Totok Daryanto sembari mengakhiri kunjungan.

Yanto/B21

From "berita21.com"



Kasus Mata Air Paksa DPR Pusat Turun Tangan

Minggu, 23 Juni 2013

Batu, BhirawaSengitnya perseteruan antara warga, pemkot, dan investor hotel The Rayja telah memaksa anggota DPR RI angkat bicara. Minggu (23/6), anggota Komisi VII, Totok Daryanto mendatangi dan meninjau langsung lokasi proyek pembangunan hotel. Ia menyesalkan pelanggaran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dilakukan pihak investor, dan turunnya izin mendirikan bangunan (IMB) dari pemerintah kota untuk pembangunan hotel tersebut. Totok meninjau lokasi proyek dengan didampingi koordinator Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA), Imam Yunanto. Setelah mengetahui langsung di lapangan, Totok menyuarakan hal yang sama dengan warga dan FMPMA. Ia setuju jika pembangunan Hotel The Rayja ini dihentikan karena telah mengancam kelestarian lingkungan.

"Jarak antara lokasi pembangunan dan sumber mata air gemulo kurang dari 200 meter, sehingga pembangunan hotel ini dipastikan melanggar perda RTRW," ungkap Totok. Proyek pembangunan hotel The Rayja telah berjalan selama setahun lebih. Namun selama proyek berjalan telah mengakibatkan munculnya pergolakan di masyarakat. Karena mayoritas warga menentang pembangunan hotel tersebut. Kemudian warga membentuk FMPMA untuk mengawal kasus ini. Tujuannya adalah untuk mencari jalan keluar demi menyelamatkan sumber mata air Gemulo. Dalam kunjungannya, Totok juga melakukan audiensi dengan tokoh masyarakat untuk mendiskusikan permasalahan yang terjadi. "Permasalahan ini harus terus kita kawal. Komitmen dalam membela kepentingan masyarakat menjadi yang utama. Hak-hak masyarakat harus dilindungi terutama ini menyangkut hajat hidup orang banyak, sumber mata air," tambah Totok.

Menindaklanjuti permasalahan ini, Totok akan mengkomunikasikan masalah ini dengan mitra DPR khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Jatim Soekarwo dan menindaklanjuti dengan melakukan pelaporan kepada Direktorat Pengawasan Republik Indonesia. Sebelumnya diberitakan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, telah merealisasikan janjinya pada warga 4 desa dengan mengeluarkan surat keputusan (SK) menghentikan pembangunan hotel The Rayja. SK tersebut dikeluarkan pada Jumat (21/6) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Widodo. SK bernomor 730/287/422-400/2013 tersebut Pemkot Batu meminta kepada Willy Suhartanto sebagai pemilik Hotel The Rayja untuk menghentikan pembangunan hotelnya.

[nas]

From "www.harianbhirawa.co.id"

Judul Berita